29 Oktober 2010

Bento-Bento di Banjarmasin

Ingin japanese food, tak perlu jauh-jauh ke Negara Matahari Terbit. Cukup ke Duta Rasa Duta Mall Banjarmasin. Begitu pesan, tak sampai sepuluh menit masakan sudah siap di meja.

Di pusat perbelanjaan terbesar di Kalsel ini, Anda bisa menemukan berbagai tenant yang menjual aneka makanan. Mulai makanan khas Indonesia, western, japanese serta chinese food tersedia di Duta Rasa di lantai tiga Duta Mall ini.

Apalagi di Duta Rasa, saat ini makin lengkap dengan hadirnya tenant-tenant baru yang menawarkan berbagai makanan bermutu.

Salah satunya Bento-Bento. Tenant di area chinese serta japanese food Duta Rasa ini, menawarkan sajian fast food Jepang.

Di tempat ini, Anda bisa menemukan berbagai masakan Jepang yang berkualitas. Soal rasa tak perlu diragukan lagi, pastinya lezat.

Sejumlah masakan utama yang ditawarkan Bento-Bento yakni yakiniku, beef teriyaki, citiken yakiniku asin dan masih banyak lagi.

Tak hanya menawarkan masakan yang nikmat, masakan Jepang ini juga enak di kantong. Harga yang ditawarkan mulai belasan ribu hingga dua puluh ribu rupiah.

Meskipun masakan yang ditawarkan di Bento-Bento itu masakan Jepang, Anda tidak perlu khawatir dengan rasanya. Dijamin akan cocok dengan lidah.

"Soal rasa sudah disesuaikan dengan lidah lokal. Untuk lebih meyakinkan, silahkan datang ke Bento-Bento," kata pemilik Bento- Bento, Kevin.

Bahan untuk masakan Jepang adalah bahan pilihan yang
segar dan bermutu tinggi. Ini merupakan syarat utama untuk menghasilkan makanan yang nikmat.

Kevin sengaja memilih masakan Jepang dengan konsep fast food, semata-mata karena ingin tampil beda dan menawarkan hal baru kepada konsumen

Dengan mengusung konsep fast food, konsumen tak perlu menunggu lama untuk menyantap sajian masakan yang dipesan. "Kita berupaya untuk menyajikan makanan dalam tempo yang sesingkat mungkin, tetapi tetap mengutamakan kualitas masakan," katanya.

Selain menawarkan makanan yang beragam, Duta Rasa juga mempunyai tempat yang sangat representatif bagi pengujung menikmati sajian makanan.

Anda bisa memilih ruang terbuka dengan semilir hembusan angin yang menyejukan. Bisa juga memilih makan dengan duduk lesehan di gazebo sambil menikmati keindahan Kota Banjarmasin.

Ingin datang sendiri, bersama keluarga atau teman Anda tidak masalah. Duta Rasa memiliki ruangan yang luas sehingga memiliki daya tampung yang besar.

Belum lagi setiap hari Minggunya digelar acara menarik yang dikemas dalam program Weekend Fun With Duta Rasa yang menghadirkan berbagai permainan dengan hadiah menarik.
sumber: banjarmasin post

Duta Rasa di Banjarmasin

Ingin japanese food, tak perlu jauh-jauh ke Negara Matahari Terbit. Cukup ke Duta Rasa Duta Mall Banjarmasin. Begitu pesan, tak sampai sepuluh menit masakan sudah siap di meja.

Di pusat perbelanjaan terbesar di Kalsel ini, Anda bisa menemukan berbagai tenant yang menjual aneka makanan. Mulai makanan khas Indonesia, western, japanese serta chinese food tersedia di Duta Rasa di lantai tiga Duta Mall ini.

Apalagi di Duta Rasa, saat ini makin lengkap dengan hadirnya tenant-tenant baru yang menawarkan berbagai makanan bermutu.

Salah satunya Bento-Bento. Tenant di area chinese serta japanese food Duta Rasa ini, menawarkan sajian fast food Jepang.

Di tempat ini, Anda bisa menemukan berbagai masakan Jepang yang berkualitas. Soal rasa tak perlu diragukan lagi, pastinya lezat.

Sejumlah masakan utama yang ditawarkan Bento-Bento yakni yakiniku, beef teriyaki, citiken yakiniku asin dan masih banyak lagi.

Tak hanya menawarkan masakan yang nikmat, masakan Jepang ini juga enak di kantong. Harga yang ditawarkan mulai belasan ribu hingga dua puluh ribu rupiah.

Meskipun masakan yang ditawarkan di Bento-Bento itu masakan Jepang, Anda tidak perlu khawatir dengan rasanya. Dijamin akan cocok dengan lidah.

"Soal rasa sudah disesuaikan dengan lidah lokal. Untuk lebih meyakinkan, silahkan datang ke Bento-Bento," kata pemilik Bento- Bento, Kevin.

Bahan untuk masakan Jepang adalah bahan pilihan yang
segar dan bermutu tinggi. Ini merupakan syarat utama untuk menghasilkan makanan yang nikmat.

Kevin sengaja memilih masakan Jepang dengan konsep fast food, semata-mata karena ingin tampil beda dan menawarkan hal baru kepada konsumen

Dengan mengusung konsep fast food, konsumen tak perlu menunggu lama untuk menyantap sajian masakan yang dipesan. "Kita berupaya untuk menyajikan makanan dalam tempo yang sesingkat mungkin, tetapi tetap mengutamakan kualitas masakan," katanya.

Selain menawarkan makanan yang beragam, Duta Rasa juga mempunyai tempat yang sangat representatif bagi pengujung menikmati sajian makanan.

Anda bisa memilih ruang terbuka dengan semilir hembusan angin yang menyejukan. Bisa juga memilih makan dengan duduk lesehan di gazebo sambil menikmati keindahan Kota Banjarmasin.

Ingin datang sendiri, bersama keluarga atau teman Anda tidak masalah. Duta Rasa memiliki ruangan yang luas sehingga memiliki daya tampung yang besar.

Belum lagi setiap hari Minggunya digelar acara menarik yang dikemas dalam program Weekend Fun With Duta Rasa yang menghadirkan berbagai permainan dengan hadiah menarik.
sumber: banjarmasin post

28 Oktober 2010

Makan Malam Spesial dengan Nasi Goreng kambing

Kemarin pas macet saya mampir di restoran yang mirip dengan solaria tapi namanya lupa hehehe. sayapun mencoba pesan nasi goreng kambing walaupun belum pernah merasakan bagaimana enaknya karena saya tau nasi goreng ini dari teman saya dan ketika nasi goreng itu masuk kemulut saya wahhh mantab sekali dan saya pun berkeninginan membuat sendiri nasi gorengj kambing dengan bertanya pada mbah google dan akhirnya saya menemukannya dan inilah resep yang saya dapatkan walau belum saya coba praktekan minimal sudah ada caranya tinggal waktu dan semangat untuk membuat nasi goreng kambing ini
selamat mencoba duluan :D

Resep Masakan Nasi Goreng Kambing

Bahan Nasi Goreng Kambing :

* Nasi putih, 400 gram
* Daging kambing muda, 200 gram, potong bentuk dadu
* Minyak goreng, 2 sendok makan
* Minyak samin, 1 sendok teh
* Daun bawang, 3 batang, potong kasar
* Kol/kubis, 2 lembar, potong kasar
* Tomat, 1 buah, potong kasar

Bumbu Halus :

* Bawang putih, 3 siung
* Bawang merah, 5 butir
* Cabai merah, 2 buah
* Cabai rawit, 3 buah
* Merica bubuk, 1/2 sendok teh
* Kecap manis, 2 sendok makan
* Garam, secukupnya
* Gula pasir, secukupnya

Pelengkap :

* Bawang merah goreng, secukupnya
* Acar mentah ( mentimun, nanas, cabai rawit )
* Kerupuk udang

Cara memasak Nasi Goreng Kambing :

1. Panasakan minyak goreng, tumis bumbu halus hingga harum.
2. Masukkan daging kambing, minyak samin dan kol. Aduk rata. Tutup penggorengan, masak hingga daging lunak.
3. Tambahkan bahan yang lain, masak hingga bumbu meresap sambil diaduk. Angkat.
4. Sajikan hangat dengan pelengkapnya.

Resep untuk 2 porsi Nasi Goreng Kambing

Lihat Juga :
red mango
J.co

Ju hi Bakar

Anda sebagai orang Pontianak pasti sudah tahu dengan kawasan super sibuk ini yaitu jalan Gajah Mada. Bukan karena pasar Flamboyan yang menawarkan barang-barang serba murah tetapi sisi lain dari itu. Bicara soal kuliner tentu bukan barang langka di jalan Gajah Mada barbagai macam restaurant, cafe dan warung menawarkan makanan yang memanjakan lidah. Mulai makanan serba mahal dari restaurant mewah hingga yang ekonomis yang disediakan sejumlah rumah makan. Saya bukanlah pakar kuliner seperti Bapak Bondan Winarno yang ada di acara wisata kuliner Trans Tv. Saya hanyalah penikmat setia kopi dan tentu kopi tetaplah kopi si hitam manis yang menggoda terutama di pagi dan malam hari. Di jalan Gajah Mada kota Pontianak ada banyak warung kopi yang bertebaran disepanjang jalan. Jika siang hari jalan Gajah Mada menjadi tempat berputarnya roda perekonomian kota Pontianak maka dimalam hari akan menjadi salah satu sentra dalam ajang berkumpul bersama orang-orang terdekat lewat secangkir kopi yang nikmat dan hanya ada di jalan Gajah Mada Pontianak.
Ratusan bahkan ribuan jika di akhir pekan masyarakat secara ramai-ramai datang kejalan Gajah Mada untuk menikmati secangkir kopi. Apalagi Restoran dan cafe yang meyediakan proyektor untuk tv kabel untuk menyiarkan laga sepak bola club Eropa serta fasilitas wi fi tentu akan menjadi tempat favorit pengunjung hingga dini hari dan bersiap-siaplah anda tidak kebagian tempat duduk dan tempat parkir. Walaupun kota Pontianak sudah banyak memiliki tempat hiburan umum tetapi jalan Gajah Mada tetap mempunyai penggemar dan harus masuk daftar kunjungan anda jika ke kota Khatulistiwa ini karena tempat ini disukai dari berbagai kalangan mulai dari yang muda hingga yang sudah tua, rakyat kecil hingga pejabat terutama jika di akhir pekan seperti malam minggu. Buat anda yang tidak suka dengan kopi sebaiknya jangan mengurungkan niatnya untuk ke jalan Gajah Mada, panggilah pelayan rumah makan atau cafe dan pesanlah minuman favorit anda karena di jalan Gajah Mada tidak hanya menawarkan minuman kopi tetapi banyak lagi minuman lainnya seperti minuman khas kota Pontianak yang terbuat dari lidah buaya. Jika anda lapar pesanlah makanan yang ada di daftar menu dan jangan lewatkan untuk mencoba sensasi kuliner khas Pontianak seperti He Keng, Juhi Bakar dan lain sebagainya. Jika anda diluar kota Pontianak segeralah hubungi agen travel kepercayaan anda dan segera nikmati wisata ala kota Pontianak seperti jalan Gajah Mada serta kelokasi favorit lainnya yaitu alun-alun Kapuas, Istana Kadriyah, Tugu Khatulistiwa bahkan kota Pontianak juga menawarkan wisata religi islam juga loh. Selamat Datang di kota Pontianak.
Oleh: Rahman Raden El Egypt

27 Oktober 2010

Mbak Ratna dengan warung chinese food nya

Berburu chinese food di Semarang tentu tidaklah sulit. Hampir di setiap wilayah di Semarang dengan mudah ditemui restoran ataupun warung tenda dengan menu utama masakan China. Namun untuk mendapatkan masakan China yang pas di lidah dan di kantong tentu tidaklah mudah, perlu untuk pasang telinga lebar-lebar untuk mendapatkannya.

Berdasar referensi dari beberapa teman yang doyan makan, maka saya tertarik untuk mencoba makanan China di Ratna Berkah. Tentu Ratna Berkah bukan restoran yang menawarkan kemewahan tempat, tempat jualannya berbentuk tenda, seperti layaknya warung-warung kaki lima lainnya. Namun lokasinya yang berada di daerah Bukit Gombel memberi sensasi tersendiri bagi para pengunjung, yaitu keindahan panorama kota Semarang bawah. Apalagi warung tenda ini buka mulai pukul 14.00 – 23.00, sehingga keindahan kerlap-kerlip lampu kota bawah terlihat jelas.

Lokasi Ratna Berkah tergolong mudah untuk dijangkau, karena terletak di tepi salah satu jalan utama Semarang. Bagi yang datang dari arah kota bawah, bisa langsung berbelok ke kiri jika telah sampai dipertengahan tanjakkan gombel. Begitu pula yang datang dari arah atas seperti Banyumanik tinggal belok ke kanan.

Meski berupa warung tenda, menu masakan china ataupun seafood di Ratna Berkah tidak kalah dengan yang di restoran, begitu pula dengan kenikmatan rasanya. Berbagai menu seperti Cumi, gurami, udang, dan berbagai masakan mie lainnya benar-benar terasa menggigit di lidah. “Suami saya yang mengolah masakan di sini telah lama bekerja di berbagai restoran baik di luar kota maupun dalam kota, sehingga standar masakan di sini sama dengan standar masakan di restoran,” papar Ratna pemilik Ratna Berkah.

Ratna menceritakan awalnya tempat yang sekarang digunakan adalah tempat dia berjualan rokok dan beberapa barang kecil lainnya. Sementara dia berjualan suaminya bekerja sebagai koki di restoran. Setelah anak-anak menyelesaikan pendidikannya, lanjut Ratna, dia dan suami berani membuka usaha sendiri, meski sebenarnya mereka telah lama punya keinginan untuk membuka warung sendiri.

“Kita memilih masakan China ataupun sea food karena suami saya ketika menjadi koko di restoran memang spesialis masakan Cina dan sea food. Selain itu, bahan-bahan untuk masakan China mudah didapatkan di sini dan tidak rumit cara memasaknya,” jelas Ratna ketika ditemu di warungnya.

Meski membuka warung tenda, namun Ratna mempunyai keinginan untuk membuka restoran suatu saat nanti. Dia dan suaminya sedang mengumpulkan modal untuk membuka restoran. Namun dia mengakui, dengan membuka warung tenda bisa mengirit beberapa pengeluaran, seperti sewa tempat.

“Kita membuka warung di sini tepatnya tahun 2003, sampai sekarang kita telah memiliki enam karyawan. Harga sewa tempat untuk restoran sangat mahal karena itu kita memutuskan untuk membuka warung tenda. Jika sudah memiliki modal cukup kita akan membeli tempat untuk membuka restoran,” papar Ratna.

Menu spesial yang ditawarkan di Ratna Berkah adalah Gurami, namun menu-menu lainnya sama banyak peminatnya. Untuk Gurami setidaknya 10 kg dalam seharinya, sedangkan untuk cumi sekitar 4 kg, dan udang 2 kg. Setiap hari bisa dipastikan semua bahan yang disediakan habis terjual. Ini tidak heran karena memang dari awal buka hingga warung hampir ditutup tetap banyak pengunjung yang datang.

Soal harga, Anda tidak perlu kuatir, karena harga masakan di Ratna Berkah relatif lebih terjangkau daripada di restoran. Kwe tiau, bakmie, bihun, nasi goreng misalnya dijual dengan harga 15 ribu – 17,5 ribu rupiah, masakan sapi dan masakan ayam sekitar 17 – 20 ribu rupiah, sedangkan masakan udang dan cah udang 17,5 ribu – 22,5 ribu rupiah.
Lihat Juga: Japanese food

26 Oktober 2010

Nasi goreng ikan asin

Nasi goreng adalah salah satu favorit menu saya dan suami untuk sarapan karena mudah dan cepat. Nasi putih yang masih tersisa dari menu makan malam pun tidak terbuang percuma. Biasanya saya masak nasi goreng dengan bumbu yang minimalis, hanya bawang putih cincang, bawang bombay cincang, garam, merica, dan kecap. Saking minimalisnya suami berpendapat bahwa nasi goreng saya cuma bentuknya saja yang mirip nasi goreng, sedangkan rasanya jauh berbeda dengan nasi goreng yang pernah dia makan sebelumnya. Beberapa hari lalu saya berniat masak nasi goreng dengan bumbu yang cukup lengkap. Hasilnya? Lumayan mirip dengan nasi goreng restoran. Ini dia resep nasi goreng teri ala sauskecap.com.

Bahan :

* 1 piring penuh nasi putih
* 50 gram teri, goreng kering
* 3 butir bawang merah
* 2 siung bawang putih
* 1 butir kemiri
* 3 buah cabe merah
* 4 sendok kecap manis
* garam dan merica bubuk secukupnya

Cara membuat :

* haluskan bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabe merah, sisihkan
* panaskan sedikit minyak goreng dalam wajan, masukkan bumbu halus, tumis hingga harum
* masukkan nasi putih, aduk rata, tambahkan kecap manis, garam, dan merica
* aduk hingga tercampur rata, masukkan teri goreng, aduk-aduk sebentar
* angkat dan sajikan bersama telur ceplok
sumber: sauskecap
Lihat Juga:
solaria
red mango
J.co

Bingung Menghabiskan Malam Aceh

Tak perlu binggung kemana menghabiskan malam akhir pekan. Mampir saja ke cafe Pante Pirak Bakery and restaurant, kawasan pertokoan simpang lima Banda Aceh.

Di sana sekelompok anak muda siap menghibur anda dengan pertunjukkan musik live. Messa Band, nama grup musik para mahasiswa itu. Menurut Muhammad Reza, sang manager, Messa terbentuk dari keinginan bermain musik profesional.

“Awalnya kita tidak kenal satu sama lain, tapi kemudian kita merasa cocok dan kemudian bersepakat untuk bergaung dalam sebuah wadah,” kata Reza.

Para personil Messa yakni Reza vokalis, Zulirfan Malao memainkan keyboard, Zulkifli dan Yuril memetik gitar, Ansarullah pemain bass dan Adil penabuh drum.

Lucunya, nama Messa dari rasa senasib para personil. Semuanya, anak rantau. “Kami mahasiswa dan tinggal di mess, jadi memilih nama Messa,” jelas Reza sambil tersenyum sumringah.

Sejak terbentuk pada Juli tahun 2008 lalu, Band Messa sudah memulai menunjukkan debutnya. Selain pertunjukkan live, juga sudah merilis single-single bertajuk cinta dengan aliran musik pop rock.

Zulirfan Malao, salah seorang personil, menyebutkan beberapa single yang sudah dirilis diantaranya, lagu berjudul Rasa Hati, Menanti, dan Kasih. Selain itu, Messa juga rajin berkompetisi.

Sebagai mahasiswa, tentu saja bukan ’cinta-cintaan’ saja yang diurus. Messa menunjukkan idealisme-nya lewat musik. Tahun lalu, mereka menjadi juara dua lomba jingle anti korupsi yang diselenggarakan oleh KPK di Aceh.

Mempertahankan keberadaan band menjadi hal utama dalam setiap perjalanan Messa. “Kita selalu mengutamakan diskusi dan demokrasi untuk setiap upaya penyelesaian masalah di band,” jelas Reza.

Masih banyak mimpi yang harus diwujudkan oleh Messa, diantaranya menjadi band papan atas di blantika musik indonesia. “Itu mimpi kami, dan kami berharap itu bisa terwujud, meski jalannya masih panjang,” ungkap Reza.

sumber : acehkita.com

Lihat Juga:
Restoran

25 Oktober 2010

Banyak Pilihan di Bandung

Banyak banget bertebaran pedagang berbagai jenis makanan di kawasan jalan cibadak bandung dan malam ini kita mampir di tempat makan yang namanya “Kobe”. Dari namanya kita udah bisa menerka kalau tempat ini menyajikan masakan ala jepang, tapi ga cuma Japanese food aja kok; Chinese food-nya juga ada.

Tempat ini salah satu tempat pilihan kita kalau lagi pengen makan enak dan kenyang. Dan menu yang kita pesan selalu itu itu saja, bukan karena yang lainya ga enak tapi memang menu itu udah menu pilihan kalau kita makan di Kobe jl cibadak ini. Menu yang dipesan di sini adalah Juan Lo yang diletakkan di atas steam boat, kangkung cah sapi dan udang tempura bayam.

Nikmat banget rasanya sewaktu menikmati Juan Lo yang panas panas, apalagi kalau paginya pegel pegel sehabis olahraga dan malam sebelum makan malam pijit dulu di bersih sehat. Wah top deh, makanan yang udah enakpun semakin enak dan nikmat sewaktu disantap

Setelah asik menikmati Juan Lo, kita bisa sambung dengan menikmati kangkung cah sapi yang bumbunya berasa banget; dan juga kriuk kriuk udang tempura plus daun bayam, irisan wortel dan terung yang digoreng menggunakan tepung bumbu.

Setiap datang ke sini kita selalu ambil posisi untuk duduk di luar alias di pinggiran trotoar bukan di bagian dalam kobe, biar tambah asik liatin cewe cewe manis yang lalu lalang untuk mencari makanan pilihan di kawasan ini dan biar ga begitu terganggu dengan pengamen yang setiap lima menit bisa gonta ganti karena para pengamen ini biasa koar koar dulu di bagian dalam.

Penasaran pengen nyobain? dateng aja ke Kobe, tempat makan yang berada di kawasan jalan cibadak bandung ini; dan kalau bingung nyarinya ya tanya aja, secara di kawasan ini tempat makan semua.
Sumber: Bandunglife

22 Oktober 2010

The Duck King restoran

DAGING bebek kini menjadi salah satu makanan kegemaran banyak orang. Bagi Anda pencinta daging bebek, tak perlu repot lagi berburu daging bebek lezat dan empuk. Anda bisa menyantapnya di Restoran The Duck King Kitchen.

Tak hanya menyediakan makanan Chinese food, The Duck King Kitchen juga menghadirkan berbagai varian makanan dari Asia Tenggara. Seiring dengan banyaknya permintaan pelanggan, The Duck King Kitchen hadir memperkenalkan menu baru dan perubahan ini juga yang menjadi dasar daripada pergantian nama restoran The Duck King Kitchen dari nama sebelumnya, Fat Ya.

“The Duck King Kitchen merupakan konsep terakhir dari The Duck King Group yang diperkenalkan pada 2009. Sebelumnya namanya adalah Fat Ya. Ini adalah bistro-style restoran yang menyediakan makanan Chinese dengan campuran masakan khas Asia Tenggara lainnya,” jelas Toni Wijaya Thjin selaku Manager The Duck King Kitchen saat ditemui di Plaza Indonesia Extention lantai 4, Jakarta, Kamis (6/4/2010).

Toni pun menjelaskan beberapa menu istimewa yang bisa customer nikmati saat menyambangi The Duck King Kitchen. “Menu istimewa yang tersedia di The Duck King Kitchen, di antaranya tahu goreng ala Thai, jagung telur asin, salad mangga, tumis daging bebek cincang dengan saus lada hitam, tumis daging bebek cincang dengan lotus, dan tak ketinggalan, bebek pecking,” lanjutnya.

Untuk menghasilkan bebek pecking yang empuk, The Duck King Kitchen merendam bebek dalam racikan bumbu istimewa selama 24 jam. “Supaya daging bebek empuk, maka harus direndam dalam racikan bumbu selama 24 jam. Selain empuk, bumbu pun meresap sehingga menghasilkan rasa yang luar biasa ketika disantap. Kemudian, bebek bisa dipanggang dalam oven sekitar 3-4 jam dan customer bisa mengonsumsinya dengan saus hoisin atau saus lada hitam,” terangnya.

The Duck King Kitchen membandrol harga mulai dari Rp9.800 untuk dim sum hingga bebek pecking dengan porsi setengah ekor seharga Rp118.000, dan untuk satu ekor bebek pecking, Anda hanya perlu membayar Rp218.000.

The Duck King Group sendiri membuka outlet pertamanya pada 2003 di Jakarta Selatan. Daging bebek merupakan menu andalannya. Kini, The Duck King Group telah memiliki 12 cabang di empat kota besar di Indonesia dengan empat konsep restoran berbeda, di antaranya Duck King Kitchen, The Grand Duck King (mengusung konsep “signature" yang merupakan tempat makan bernuansa formal dengan desain modern dan kontemporer), The Duck King (konsep pertama yang diperkenalkan The Duck King Group dengan konsep restoran Chinese yang sederhana), dan Imperial Chef (satu-satunya restoran dengan nuansa modern beraksen oriental).

Keistimewaan lain yang ditawarkan The Duck King Group, setiap restoran ditangani oleh Executive Chef dan Manager Restaurant yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Hong Kong dengan pengalaman minimal 10 tahun. Jadi, Anda tak akan kecewa saat menikmati olahan makanan yang disajikan.
(ftr)
Sumber: okefood

lihat Juga:
Chinese food

21 Oktober 2010

Resep nasi Goreng Ala Magelang

NASI GORENG ALA MAGELANG

Echa

BAHAN:
250 gr nasi putih
150 gr daging ayam matang, suwir-suwir
40 gr mi kering, rendam air panas, tiriskan
2 butir telur, kocok lepas
75 gr kol, iris kasar
1 batang daun bawang iris halus
1/4 buah tomat merah, iris
1 sdm bawang goreng
3 sdm kecap manis
4 sdm minyak goreng

BUMBU HALUS:
3 butir bawang merah
2 siung bawang putih
2 buah cabai merah keriting
3 cabai rawit merah
2 butir kemiri
garam secukupnya
Pelengkap: acar ketimun wortel, cabai rawit hijau, dan kerupuk bawang

CARA MEMBUAT:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan tomat, daging
ayam, dan telur, aduk rata. Lalu masukkan kol dan daun bawang, aduk sampai kol
layu.
2. Masukkan mi, nasi putih, dan kecap, aduk rata di atas api kecil, angkat.
Hidangkan dengan acar ketimun dan kerupuk bawang. Taburi bawang goreng.

Lihat Juga:
Solaria
Red mango
J.co

Untuk: 2 porsi
Sumber: Dapur Bunda

Menu Unggulan di Smile Plaza Resto

Restoran Smile Plaza yang lokasinya berada di Jl.Muchtar Lutfi N0.38 Makassar, merupakan restaurant yang baru beroperasi awal 2006, dan langsung menyandang The Best Restoran dari 27 restoran yang masuk penilaian dewan juri. Selain masakannya seluruh atmosfer yang ditawarkan semuanya juga menghadirkan nuansa modern ala Eropa,Chinese dan Jepang.
Konsep yang ditampilkan sangat unik, dan ini merupakan restoran pertama di Kawasan Timur Indonesia dengan lantai 7 dan memiliki model restoran menyerupai room-room hotel berbintang yang menyediakan fasilitas VIP dinning room dilengkapi karaoke yang dapat digunakan sambil bersantai dengan keluargga,teman maupun rekan kerja. Jadi tidak mengherankan jika banyak kalangan menjadikan restaurant ini sebagai pilihan untuk menikmati masakan Dim Sum,Suki,Chinese food,Yakiniku dan masakan lainya tersaji di restoran ini.
Suasana yang ditawarkan adalah suasana dalam konsep interior yang mengangkat sebagian tema kebudayaan China bergaya modern, yang di padu-padankan dengan gaya eropa. Hal ini dapat dilihat pada disain bangku dan meja makan, juga pada pajangan-pajangan yang menghiasi ruangan, seperti patung-patung dengan nuansa chines atau karikatur-karikatur pada dinding Lobby di Golden room Fusion Chinese Cuisine di lantai 2 menambah keindahan dan aromah khas dari resto, yang dipastikan Anda akan betah berlama-lama.
Smile juga menyajikan satu model servis guna mempermuda coustemer,dimana waiter atau waitrees yang melayani costamer untuk chines food akan menyajikan semua menu-menu yang didorong dengan troler, dan saat Anda menikmati hidangan, waiter atau waitress akan berdiri tidak jauh dari meja Anda, sehingga Anda dapat sewaktu-waktu meminta bila ada yang dibutuhkan.
Menurut Tri Julianto,Operational Manager Restoran Smile Plaza, menu unggulan yang disajikan di sini, Ada Sapi Lada Hitam ala Vietnan, Kepiting Soka Goreng renyah. Dan untuk minumannya ada Smile Tropical. Harga yang ditawarkan buat coustemer juga berfariatif mulai dari Rp. 30.000, – (Porsi kecil) hingga Rp. 199.000, – (Porsi besar). Menu di Smile yang disajikan juga ada dalam bentuk set menu dari harga Rp. 30.000, – hingga Rp. 85.000/pax.
Restoran Smile Plaza Buka dari hari Senin s/d Sabtu dari jam 10.00-15.00 Wita dan 18.88-23-00 Wita.Sedangkan untuk hari Minggu/Raya buka dari jam 09.00-15.00 dan 18.00-23.00.
Sumber: SouthCelebes.wordpress
Lihat Juga: Cafe

20 Oktober 2010

Sushi Sehat dan higienis

Makanan Jepang atau Japanese food enak dan sehat. Makanan khas Jepang aman dan indah sehingga restoran Jepang terkenal di Jakarta. Makanan khas Indonesia enak dan sehat seperti resep masakan Jepang, hanya kurang promosi.

3 Keunggulan makanan Jepang (menurut iklan seminar makanan Jepang di Kompas):

* Makanan khas Jepang indah, karena indahnya variasi potongan, warna, dan hiasan pada masakan Jepang.
* Masakan khas Jepang sehat, karena bahan makanan Jepang dari bahan makanan alami dan segar, serta resep makanan Jepang yang membatasi penggunaan minyak.
* Makanan Jepang aman, karena cara memasak makanan Jepang dan cara penyajian makanan yang higienis.

Saya sependapat dengan iklan seminar makanan Jepang JETRO, misalnya sushi. Selain sushi enak, makanan khas Jepang Sushi memang potongannya indah, terbuat dari bahan alami, dan disajikan secara higienis. Makanan Jepang tidak terlalu banyak minyak, seperti Chinese food.

Saya suka makanan sehat seperti makanan khas Jepang. Restoran Jepang enak favorit saya adalah grill restaurant, shabu shabu restaurant, dan yakitori restaurant.

Tidak mudah investasi bisnis makanan Jepang, tapi banyak pemilik restoran Jepang enak di Jakarta. Saat makan di Japanese food restaurant, sadar akan keunggulan makanan Jepang?
sumber: restoranjakarta

19 Oktober 2010

Mencoba Masakan Thailand di Aro Aroy

aro aroy bisa jadi pilihan terbaik ketika uang sedang menipis tetapi kita tidak ingin makan di pinggir jalan sekitar Midplaza building dan intercontinental hotel.

daripada menghabiskan uang anda di restoran jepangdi sekitar sana seperti Thaican dan sakana yang menghabiskan lebih dari Rp60.000 atau berlebihan di coffee bean atau Baskin&Robbins.
Atau anda mungkin bosan dengan penjaja makanan di pinggir jalan seperti yang kita tau tidak ada pedagang asongan yang memberikan rasa yang layak secara konsisten. belum lagi kebersihan yang buat sebagian orang mungkin merasa terganggu.

jadi banyak alasan mengapa orang lebih memilih Aro Aroy untuk makan siang alternatif. bukan hanya masalah keuangan, tapi Aro Aroy pasti menawarkan genre yang berbeda antara masakan Indonesia, japanese food, atau western yang mendominasi maskan secara umum. meskipun Aro Aroy tidak tidak full masakan Thailand tapi juga merangkul nafsu makan sehari-hari semua orang seperti beberapa pilihan untuk Nasi goreng atau beberapa hidangan chinese food.
Lihat Juga:
solaria
J.co

Patung Perunggu Khas Bumbu Bali Restoran

BUMBU BALI RESTURANT terletak di jantung Ubud, di seberang istana Puri saron, dekat ke Ubud pasar tradisional, menawarkan restoran Bumbu bali a pilihan "Authentic" Bali, makanan India dan vegetarian.

Hal ini diwakili "Kubu" yang sebenarnya di Bali Ketahui sebagai rumah kecil di lahan sawah yang biasanya digunakan untuk petani sebagai tempat untuk mengambil menangkap dan menikmati makanan dan minuman. Ini adalah untuk membuat sentuhan kecil dari kehidupan nyata Bali.

Restoran utama juga udara terbuka dengan pemandangan kolam air kecil menengah dan pejalan kaki yang lewat ke pasar tradisional dan kegiatan seremonial.

Hal ini dihiasi dengan interior Bali sekitarnya. Meja itu dihiasi dengan unik "patung perunggu kecil Buddha" dengan aromatik bunga "mitir" sekitar, untuk memberikan suasana damai & perasaan.

Lihat Juga:
Cafe

18 Oktober 2010

Tepung Beras yang jadi Gandus

Jika Anda pergi ke Jambi, jangan lupa beli kue khas Jambi, Srikaya Muso, Gandus dan Padamaran. Adalah pasangan suami istri Junaidi (40-an) dan Wilda (40-an) yang menjual kue-kue ini dengan merek Malvinas. Pabrik merangkap rumah mereka terletak di Lorong Ikhlas. Selain menjual kue khas Jambi mereka juga menjual ratusan makanan jenis kue basah.
Awalnya, Jun, begitu sapaan Junaidi, memperkenalkan kue-kue khas Jambi ini dengan menjual berkeliling kota Jambi dengan gerobak roti. “Saya meneruskan usaha kakak di Lampung. Kakak saya paling pintar buat kue. Begitu saya pindah Jambi tahun 94′ saya mulai cari tahu apa kue khas Jambi yang harus dikembangkan.”
Salah satu kue yang paling disuka yakni gandus. Bahan gandus dari tepung beras, sagu,santan dan daun. Bumbunya, bawang putih dihaluskan, cabe dipotong-potong kecil dan santan diaduk. Setelah bahan dicampur lalu tambah garam. Untuk mencetaknya ada dua macam, satu cetakan bulat ada juga yang ditaruh dalam loyang dan dikukus selama 10 menit. Setelah matang, kemudian dipotong-potong. Sebelum disiapkan kue dihias dulu atasnya dengan taburan udang, ebi, ayam, daging giling atau abon ikan.
Soal rasa, tak perlu ditanya. “Legit dan gurih seperti bubur ayam. Legit karena ada campuran tepung beras,” lanjut bapak dua anak yang mengaku akan terus mempertahankan kue-kue khas Jambi agar tak punah. Yang jelas, meski promosinya cuma dari mulut ke mulut, kue-kue Jun banyak dipesan untuk acara perkawinan, ulang tahun, arisan dan acara-acara kantoran.
Sumber :Tabloid Nova Online

Lihat Juga:

japanese food
red mango

Restoran Halal di Saigon

Ho Chi Minh City - Salah satu rules of thumb untuk mencari tempat makan halal bila sedang berada di negara-negara yang mayoritas penduduknya tidak beragama Islam adalah terlebih dulu mencari masjid terbesar. Di Ho Chi Minh City (d/h Saigon), masjid itu ternyata letaknya persis di belakang hotel favorit saya, Caravelle.

Halal@Saigon, begitu nama restoran itu, dimiliki oleh seorang dokter keturunan India warga negara Malaysia. Dokter Shimi sebetulnya datang ke Saigon 18 tahun yang lalu untuk membuka usaha di bidang farmasi bersama suaminya. Tetapi, setelah usaha farmasinya berjalan baik, ternyata dia "ngelantur" ke bisnis restaurant pula.

"Kasihan orang Malaysia bila berwisata ke sini sulit menemukan makanan yang dijamin kehalalannya," kata Dokter Shimi. Sekarang, di ruas jalan pendek di sekitar masjid itu sudah bermunculan beberapa restoran halal lainnya.

Dokter Shimi sengaja mendatangkan beberapa tukang masak dan pramusaji dari Malaysia untuk mengawaki restorannya. Halal@Saigon memang menyajikan berbagai masakan Malaysia. Tetapi, tentu saja kebanyakan tamu justru mencari sajian khas Vietnam tetapi dimasak dengan kepatuhan tinggi terhadap syarat-syarat halal.

Contohnya adalah goi cuon (lumpia basah) khas Vietnam. Sekalipun biasanya ada pilihan antara tom (udang) atau ga (ayam) - di samping mihun dan daun salad - di tempat-tempat umum lumpianya sering diisi juga dengan seiris daging babi. Di Halal@Saigon, sudah pasti goi cuon-nya halal. Cocolannya, seperti biasa, adalah sambal tauco.

Sajian yang paling saya sukai di sini adalah salad udang dan umbut daun kelapa dengan saus jeruk nipis segar, dimakan dengan krupuk udang sebagai sudu. Umbut daun kelapanya bertekstur lembut dan manis - mirip dengan heart of palm yang di California juga lazim dipakai sebagai campuran salad. Bagi saya, sajian ini benar-benar fresh dan mak nyuss.

Udang rebusnya juga istimewa. Tetapi, ternyata, prosesnya agak "mengerikan". Udang hidup dimasukkan ke dalam kelapa muda dengan rajangan bawang bombay, daun bawang, dan daun ketumbar - yang kemudian dipanggang dalam oven. Ketika disajikan, udangnya terasa manis alami, segar, dan nyakrek (succulent). Bila diperlukan, udangnya bisa dicelupkan ke dalam saus yang dibuat dari perasan jeruk nipis, garam, dan lada.

Sajian lain yang harus diacungi jempol di sini adalah ikan keo (semacam patin) yang dimasak dalam kuali (claypot) dengan karamel, lalu ditaburi bubuk kacang tanah, bawang putih, dan cabe kering. Saya langsung teringat sajian serupa yang juga ada di Vietopia Jakarta. Daging patin yang lembut berlemak itu terasa sangat mulus dalam balutan saus yang kompleks.

Lho, tapi kenapa akhirnya semua menu Vietnam halal ini justru hanya menampilkan seafood? Selain udang dan ikan, juga kepiting, cumi-cumi, dan kerang. Bagaimana kalau yang datang justru alergi terhadap ikan?

Gampang! Ada menu Malaysia berikut untuk dipilih: nasi rendang, nasi lemak, kari sapi, sate ayam/sapi, dan lain-lain. Selain itu, juga tersedia berbagai sajian untuk vegetarian.

Bila Anda diwajibkan makan halal, maka Halal@Saigon adalah alamat yang paling tepat selama berkunjung ke Ho Chi Minh City. (Bondan Winarno)
sumber: detikfood

Lihat Juga:
Cafe

15 Oktober 2010

Mole (makanan)

Mole adalah nama umum untuk beberapa jenis saus yang digunakan di Meksiko. Dalam bahasa Inggris, kata Mole merujuk pada saus tertentu yang sebetulnya lebih dikenal dengan nama mole poblano dalam bahasa Spanyol. Yang sudah biasa dengan masakan Meksiko pasti mengenal nama guacamole (avocado mole).

Di Meksiko, istilah ini dipakai untuk sejumlah saus, beberapa di antaranya cukup berbeda satu sama lain. Jenis yang paling populer berasal dari negara bagian Meksiko, Puebla dan Oaxaca. Di San Pedro Atocpan, yang terletak di Milpa Alta daerah federal Meksiko, pinggiran selatan kota Meksiko, terdapat pekan raya nasional Mole tahunan.

Mole poblano, yang namanya berasal dari nama negara bagian Meksiko, Puebla, adalah saus populer di masakan Meksiko. Mole poblano disiapkan dengan cabe, bumbu-bumbu, coklat tanpa gula dan bahan-bahan lainnya. Ada banyak cerita tentang penemuannya, tetapi tidak satupun yang resmi.

Salah satu jenis hidangan yang lebih populer adalah Mole Poblano de Guajolote atau Kalkun dengan Mole. Mole sering digunakan untuk mempersiapkan masakan jenis ayam atau isian keju enchilada; seringkali disendok dan disiramkan ke atas ayam, nasi ataupun kentang.

Resepnya disempurnakan oleh sejumlah biarawati atas perintah Santa Rosa untuk memberikan kesan pada saat ada kunjungan politik dan pejabat gereja di Meksiko pada abad ke-17.

Mole siap pakai bisa dibeli di toko ataupun supermarket. Mole siap pakai biasanya berbentuk bubuk ataupun pasta dengan warna yang beraneka ragam, hitam kehijauan atau pun kuning bergantung pada bahan yang digunakan. Di era modern, Mole dijual dalam bentuk kaleng, stoples, dadu yang bisa dilarutkan dalam air atau kaldu.

Mole berasal dari kata bahasa Nahutl, mulli, yang artinya "saus", "campuran", "ramuan", "rebusan". Dalam logat bahasa Inggris bentuk kata molé, menyatakan pengucapan akhiran huruf e berbeda dengan e ada kata mole, yang sudah pasti artinya berbeda.
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
Restaurant
Restoran
cafe

13 Oktober 2010

WKL Depok

Dari beberapa WKL yang menjual Chinese Food di sepanjang jalan Margonda Raya, warung Chinese Food diantara pompa bensin Margonda dan Mitra 10 adalah yang paling saya gemari. Warung ini direkomendasikan oleh teman saya Deina yang sering memesan makanan dari warung tersebut. Karena banyak teman saya yang memesan dari WKL itu, saya pun jadi tergoda untuk ikut membeli. Hasilnya, saya ketagihan.



Mutu masakan di WKL ini adalah hal utama yang paling saya sukai. Menu favorit saya adalah nasi, mi, dan kwetiau goreng. Bumbu masakan mereka sangat pas. Ambil saja nasi goreng sebagai contoh. Bumbu nasi gorengya enak dan tidak pedas, berbeda dari bumbu nasi goreng yang dijual penjual nasi goreng gerobak pada umumnya. Kecapnya pun pas sehingga nasi gorengnya tidak terlalu manis ataupun hambar karena kurang kecap. Porsi masakannya juga besar.



Meskipun tempat makan ini cuma WKL, mutu masakannya jelas tidak bisa disamakan dengan restoran Chinese Food sungguhan seperti Resto. Mi Berkat atau Resto. Bakmi Buncit. Biarpun begitu, keunggulan utamanya adalah harga yang murah tanpa mengorbankan cita rasa makanannya. Dibandingkan dengan nasi goreng yang dijual oleh pedagang gerobak, harga makanan di WKL ini memang lebih mahal. Untuk nasi, mi, atau kwetiau goreng, harga yang harus dibayar adalah Rp11.500,- sementara nasi goreng dijual oleh pedagang gerobak berkisar antara Rp6.000,- hingga Rp8.000,-.



WKL ini baru buka jam enam sore hingga jam 12 malam. Warung ini menempati sebuah lahan kosong yang cukup luas di samping trotoar pada pinggiran jalan Margonda Raya. Pengelolanya adalah tiga orang yang sangat njowo sekali logat dan perilakunya. Setiap orang memiliki tugas masing-masing--satu menyiapkan bahan masakan, satu memasak, satu melanyani tamu. Tempat ini berada persis di sebelah kanan jalan keluar pompa bensin Margonda Raya. Di samping kiri warung terdapat sebuah warung jamu. Jadi kalau Anda datang dari arah Lenteng Agung, maka sesudah melewati pintu gerbang masuk Pesona Khayangan Anda siap-siap saja untuk memperhatikan pompa bensin yang saya maksudkan. Selamat menikmati, :)
sumber: Pesona Kuliner Depok

Lihat Juga:
Solaria
J.co

Kue Putu

Kue putu (dari bahasa Jawa, puthu [ IPA: /puʈu/]) adalah jenis makanan Indonesia berupa kue yang berisi gula jawa dan parutan kelapa yang berasal dari Kerala, India, dibungkus oleh tepung beras yang dikukus. Kue ini biasanya dikukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu dan dijual pada malam hari. Suara khas uap yang keluar dari alat pengukus ini sekaligus menjadi alat promosi bagi pedagang yang berjualan.

Kebanyakan warna dari kue putu ini adalah putih dan hijau.

Sejumlah pedagang masa kini mengganti bambu dengan pipa PVC dengan alasan kepraktisan, meskipun dari segi kesehatan penggunaan PVC membahayakan.

Kue putu sendiri sudah merambah ke negara lain, seperti Singapura dan Malaysia, meskipun nama dan bentuk untuk kue ini sedikit berbeda, tetapi rasanya sendiri sama dengan kue putu tradisional Indonesia itu sendiri.
sumber: wikipedia

Lihat Juga:
japanese food
red mango

12 Oktober 2010

Tahu Sumedang

Bermula dari kreativitas yang dimiliki oleh istri Ongkino, yang memang semenjak awal sebagai orang yang pertama kali memiliki ide untuk memproduksi Tou Fu (dari bahasa Tionghoa, Hokkian "tau hu", yang berarti sama) yang lambat laun menjadi berubah nama menjadi "Tahu".

Tahun demi tahun, Ongkino beserta istri tercinta terus menggeluti usaha mereka hingga sekitar tahun 1917 anak tunggal mereka Ong Bung Keng menyusul kedua orang tuanya ke tanah Sumedang. Bung Keng kemudian melanjutkan usaha kedua orang tuanya yang sampai keduanya memilih kembali ke tanah kelahiran mereka di Hokkian, Republik Rakyat Cina.

Melalui alih generasi Ong Bung Keng, anak tunggal Ongkino, terus melanjutkan usaha yang diwariskan dari kedua orang tuanya hingga akhir hayatnya di usia 92 tahun. Di balik kemasyhuran tahu Sumedang ada pula kisah yang berbau mistik, seperti apa yang diceritakan cucu dari Ongkino, Suryadi. Sekitar tahun 1928, konon suatu hari tempat usaha sang kakek buyutnya, Ong Bung Keng, didatangi oleh Bupati Sumedang, Pangeran Soeria Atmadja yang kebetulan tengah melintas dengan menggunakan dokar dalam perjalanan menuju Situraja.

Kebetulan, sang Pangeran melihat seorang kakek sedang menggoreng sesuatu. Pangeran Soeria Atmadja langsung turun begitu melihat bentuk makanan yang amat unik serta baunya yang harum. Sang bupati, Pangeran Soeria Atmadja kemudian bertanya kepada sang kakek, "Maneh keur ngagoreng naon? (Kamu sedang menggoreng apa?)". Sang kakek berusaha menjawab sebisanya dan menjelaskan bahwa makanan yang ia goreng berasal dari Tou Fu China. Karena penasaran, sang bupati langsung mencoba satu. Setelah mencicipi sesaat, bupati secara spontan berkata "Enak benar masakan ini! Coba kalau kamu jual, pasti laris!", dengan wajah puas.

Tak lama setelah kejadian ini, Tahu Sumedang digemari oleh penduduk Sumedang dan kemudian sampai ke seluruh Indonesia
Sumber: wikipedia

Lihat Juga:
makanan
japanese food
red mango