13 Desember 2010
ketika sang pacar asik dengan ice cream
aku bukannya tak suka tapi biasanya ketika pacarku menikmati ice cream dia suka lupa kalau ada saya disampingnya seperti menikmati dunianya sendiri dengan ice cream dan melupakan sekitar hehehe soalnya saya pernah dulu ketika kami menikmati ice cream berdua entah tak berapa lama saya sambil berbincang tetapi sang pacar diam saja dan bahkan menghilang karena tertinggal dan tak taunya sedang menikmati ice cream sendirian.
tapi kali ini saya tidak akanmenuruti permintaannya untuk menikmati ice cream lagi dan mengalihkan perhatiannya dengan makan siang bersama nanti hehehe
24 Agustus 2010
Singapore's Satay
Satay is one of the earliest foods to be associated with Singapore; it has been associated with the city since the 1940s. Previously sold on makeshift roadside stalls and pushcarts, concerns over public health and the rapid development of the city led to a major consolidation of satay stalls at Beach Road in the 1950s, which came to be collectively called the Satay Club. They were moved to the Esplanade Park in the 1960s, where they grew to the point of being constantly listed in tourism guides.
Open only after dark with an "al fresco" concept, the Satay Club defined how satay is served in Singapore since then, although they are also found across the island in most hawker stalls, modern food courts, and upscale restaurants at any time of the day. Moved several times around Esplanade Park due to development and land reclamation, the outlets finally left the area permanently to Clarke Quay in the late 1990s to make way for the building of the Esplanade - Theatres on the Bay.
Several competing satay hotspots have since emerged, with no one being able to lay claim to the reputation the Satay Club had at the Esplanade. While the name has been transferred to the Clarke Quay site, several stalls from the original Satay club have moved to Sembawang in the north of the city. The satay stalls which opened at Lau Pa Sat are popular with tourists. Served only at night when Boon Tat Street is closed to vehicular traffic and the stalls and tables occupy the street, it mimics the open-air dining style of previous establishments.
Other notable outlets include the ones at Newton Food Centre, East Coast Park Seafood Centre and Toa Payoh Central.
The common types of satay sold in Singapore include Satay Ayam (chicken satay), Satay Lembu (beef satay), Satay Kambing (mutton satay), Satay Perut (beef intestine), and Satay Babat (beef tripe).
Singapore’s national carrier, Singapore Airlines, also serves satay to its First and Raffles Class passengers as an appetizer.
Source: www.wikipedia.com
See also: sate, ice cream, seafood
23 Agustus 2010
Leuit: Sedia Makan Sebelum Kelaparan
By: Ratih
Soal kebiasaan makan membutuhkan penelitian yang serius sebab hal ini melibatkan berbagai macam aspek budaya masyarakat yang bersangkutan. Soal makan bukan sekedar makan. Ada nilai-nilai yang dianut masyarakat tertentu sehingga makan bersama merupakan sesuatu yang bernilai sosial. Bukan sekedar demi kepentingan makan hari ini saja, kebiasaan menyimpan persediaan makan telah ada sejak ribuan tahun lalu. Lumbung padi merupakan salah satu contoh cara manusia simpan persediaan makan untuk beberapa lama. Pada masyarakat sunda di desa-desa, lumbung padi atau leuit memiliki beberapa kategori khusus. Ada 6 jenis leuit, yaitu:
1.Ratna laten adalah lumbung padi terbesar untuk menyimpan padi pupuhu sekaligus tempat untuk melaksanakan ritual ;
2.Leuit rumbia untuk menaruh padi huma (biji padi yang ditanam di ladang);
3.Leuit biang untuk menaruh padi sawah(benih nandur/ tanam sambil mundur);
4.3 buah leuit pangiring sebagai lumbung padi cadangan bila leuit yang lain penuh.
Tentunya perbedaan fungsi setiap leuit mencirikan pula stratifikasi sosial atau tingkatan yang ada dalam masyarakat tersebut. Rakyat biasa tidak bisa seenaknya mengambil padi persediaan milik pupuhu. Ratna laten idealnya memang bukan miliknya pribadi, meski pupuhu mendapat keistimewaan sebagai pemimpin. Seandainya ratna laten hanya dimiliki pupuhu, tentu tidak akan dijadikan sebagai tempat ritual yang bisa dimasuki orang lain dalam rangka perayaan setelah panen. Sayangnya, nilai-nilai sosial dalam masyarakat sunda sekalipun di desa semakin luntur. Kepemilikan bersama bukan lagi menjadi tujuan utama produksi makanan di desa. Semua tergantung usaha sendiri, bergerak masing-masing dalam memproduksi dan mengkonsumsi makanan.
Maka dapatkah kebiasaan makan berubah dengan mudah seiring dengan maraknya jenis makanan baru dari kota? Tentu saja, hal ini tergantung dari kelompok sosial yang mana seorang anak desa berasal. Bila ia berasal dari kelurga kaya raya yang memonopoli kepemilikan sumber pangan di desa, maka bisa jadi akses untuk mengenal makanan fast food demikian mudahnya. Namun, bagi masyarakat kelas bawah yang makan sehari-hari pun sulit, fast food ibarat makanan dari surga yang harga dan rasanya hanya diketahui dari mulut orang lain. Bayangkan saja, orang-orang kecil yang tidak memiliki pekerjaan hanya mengandalkan kemampuan mereka mencari makanan dari sungai atau kebun. Ikan yang bisa ditangkap atau umbi-umbian yang bisa dicerabut akarnya lalu diolah untuk makan sehari-hari. Untunglah kepedulian para pemilik restoran besar pada masyarakat yang kekurangan seperti itu sudah mulai terlihat. Misalnya saja, kegiatan-kegiatan sosial yang mereka programkan pada waktu tertentu. Program ini biasanya melibatkan selebritis yang turun desa. Acara rakyat yang merakyat justru semakin membesarkan nama restoran yang sebelumnya tak pernah tersentuh masyarakat desa. Kita nantikan gebrakan-gebrakan mengejutkan lainnya dari restoran sebagai leuit orang kota.
Daftar Pustaka:
Counihan, Carole and Penny Van Esterik (eds). 2008. Food and Culture: A Reader. New York: Routledge
Lihat juga: minuman, ice cream, ramen
16 Agustus 2010
Kinds of Pasta
Pasta comes in an astonishing variety of shapes, some of which are common throughout Italy, and some of which are limited to a particular region, or even town. There are also specialty shapes produced by individual pasta makers.
Taken as a whole, pasta can be divided into pasta di semola di grano duro, made from durum wheat flour, water, and a little salt, and pasta all'uovo, which is made from eggs, flour, and salt. Commercial pasta all'uovo is generally made with durum wheat flour, which gives it a firmer texture and means it won't go soft if it's overcooked slightly (all pasta will become flabby if seriously overcooked). Homemade pasta is, on the other hand, generally made with cake flour, which has less gluten. Therefore, the cooking time of home made pasta all'uovo is more critical; if you leave it in the water too long it will become flabby.
Commercially made pasta can be divided into several basic kinds:
Sheet Pasta: Used primarily in making baked dishes. Often but not always all'uovo, with eggs.
Cannelloni, also known as manicotti, and a pepper-and-ricotta filling.
Lasagna: Square or rectangular sheets of pasta, which are cooked, interlayered with other ingredients and baked. There are many many variations.
Strips: Fettuccine, Linguini, tagliatelle, and so on. The broader strips are generally used for thick-to-chunky sauces, whereas the thinner strips are also used for creamier, though never really liquid sauces. Most of these pastas are made with egg, and will say all'uovo on the package.
Pappardelle Broad strips, and a chunky tomato-mackerel sauce for them.
Reginette Wavy-edged half-inch wide strips of pasta samed after Princess Mafalda of Savoy, which work quite well with rich sauces, and a pheasant breast sauce, that can also be made with duck or Guinea hen.
Tagliatelle Quarter-inch strips of pasta, and a tomato and chicken breast sauce.
Tagliatelline or Fettuccine Fine (1/8 of an inch) strips, and a smoked salmon sauce for them.
Tagliolini All'Uovo The finest of strips, and a creamy mascarpone sauce for them.
Source: www.italianfood.about.com
See also: ice cream, seafood, dim sum
13 Agustus 2010
Review From Member3
halo guys,,
numpang review yah sesepuh OpenRice..
kali ini sepulang ngantor, gw bertiga bareng temen2 mampir ke restoran marimar yang ada di daerah sunter, restoran ini terbilang cukup baru di sunter ini, tadinya resto ini hanya ada di daerah gading dan muara karang,
restorant ini terdapat 2 lantai, dan juga ada VIP room nya di lantai 2,,
saat masuk k resto ini, sudah cukup ramai pengunjung, namun pelayan di sini ramah2 bgt, kita di pandu ke meja yg masih kosong,, two thumbs up buat pelayanannya.
kita semua memesan..
paketan ayam bakar [recommended]
bagi yg sangat laper, cocok bgt mesen menu satu ini, komplit bgt bro "liat aja fotonya", ayamnya gede bgt, dan gurih, sambelnya yg bikin ketagihan bgt.. di jamin keyang bgt deh loe..
sop buntut
kalo menurut gw sop buntutnya standart yah,, sama seperti sop buntut kebanyakan di resto lain, dari segi harganya cukup murah jg c. gw lupa harga pastinya brp.
gado-gado thai
gw cuman icip sedikit doank menu tmen gw ini, ga tau lidah gw salah apa memang gado-gado thai tuh rasanya seperti itu.. kalo menurut gw rasanya jauh dari yg namanya gado-gado kebanyakan yg kita ketahui, rasanya lebih seperti asinan yg di taburi kacang di atasnya sampai tertutup, isinya sayur2an semua, gada lontongnya..
tp rasanya seger bgt, enak dan gurih,, cocok buat yg vegetarian.
inget ade gw td minta di bungkusin makanan, jadi gw nambah mesen nasi kotak ayam rendang. kalo yg ini gw ga cobain rasanya seperti apa, soalnya langsung di abisin ama ade gw.. hehehe
Source: www.openrice.com
See also: sate, ice cream, soto
12 Agustus 2010
Candy Expo
Candy. Dengar kata ini malah ingat film kartun Candy-candy dengan tokoh ceria meskipun nasibnya tak jauh dari cerita sedih. Samakah candy sebagai tokoh cerita dan candy yang bisa diemut? Tentu saja jauh berbeda, meskipun rasanya sama-sama manis untuk disimak. Jenis permen beragam, mulai dari ragam rasa, bentuk dan bahan pembuatnya. Siapa yang tidak tahu apa itu permen? Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa semua mengenal permen. Bisa dikatakan, semua orang tumbuh bersama permen. Kerapkali permen menjadi reward untuk sebuah prestasi gemilang anak-anak. Serta penghilang stres atau rasa mual bagi orang dewasa. Sadar akan pentingnya benda kecil manis ini dalam kehidupan, diadakanlah Candy Expo. (Ratih)
Candy Expo pada tanggal 7- 17 Agustus 2010 di depan Mitra 10 Gading Serpong searah ke Universitas Multimedia Nusantara, di sebelah pasar Modern Paramount Serpong dari pukul 09.00- 21.00 WIB ini akan menghadirkan beragam tampilan permen menarik serta games-games seru untuk diikuti.
Pameran pertama di Indonesia produk candy, chocolate, ice cream, cake, bakery,snack, donuts.
Pameran akan diikuti lebih dari 200 stand dan tiket hanya disediakan untuk 100.000 pengunjung. Harga tiket Rp 25.000,- bisa didapatkan di seluruh Toko Buku Gramedia sejabodetabek dan di pasar modern paramount. Harga tiket khusus mahasiswa dan pelajar hanya Rp 10.000,- dan hanya bisa dibeli di lokasi pameran.
Perusahaan yang terdaftar : School of Chocolate (TULIP), Silverqueen, Yupi Jelly, Mayora, Walls, Campina, Du Fountain Choco, Chocololy.
Di pameran akan dihadirkan air terjun coklat setinggi 6 meter, taman yang terbuat dari jelly dan lolipop, serta miniatur coklat batang, yang akan dimasukkan ke rekor MURI. Banyak games yang akan diselenggarakan seperti mandi permen, all u can eat coklat, sumpit permen, mengemut lolipop tercepat, dan lainnya.
So, don't miss it! (Sumber: www.goorme.com)
See also: tamani, marzano03 Agustus 2010
Ice cream in US
United States
In the United States, ice cream made with just cream, sugar, and a flavouring (usually fruit) is sometimes referred to as "Philadelphia style"ice cream. Ice creams made with eggs, usually in the form of frozen custards, are sometimes called "French" ice creams or traditional ice cream.
American federal labeling standards require ice cream to contain a minimum of 10% milk fat (about 7 grams (g) of fat per 1/2 cup [120 mL] serving), 20% total milk solids by weight, to weigh no less than 4.5 pounds per gallon (in order to prevent consumer fraud by replacing ingredients with air), and to contain less than 1.4% egg yolk solids. Federal government regulations pertaining to the process of making ice cream, allowable ingredients, and standards, may be found in Part 135 of Title 21 of the Code of Federal Regulations.
Ice cream is an extremely popular dessert in the United States. Americans consume about 15 quarts (more than 13 liters) of ice cream per person per year — the most in the world. As a foodstuff it is deeply ingrained into the American psyche and has been available in America since its founding in 1776: there are records of Thomas Jefferson serving it as a then-expensive treat to guests at his home in Monticello. In American supermarkets it is not uncommon for ice cream and related products to take up a wall full of freezers.
Although chocolate, vanilla, and strawberry are the traditional favorite flavors of ice cream, and once enjoyed roughly equal popularity, vanilla has grown to be far and away the most popular, most likely because of its use as a topping for fruit based pies and its use as the key ingredient for milkshakes. According to the International Ice Cream Association (1994), supermarket sales of ice cream break down as follows: vanilla, 28%; fruit flavours, 15%; nut flavours, 13.5%; candy mix-in flavours, 12.5%; chocolate, 8%; cake and cookie flavours, 7.5%; Neapolitan, 7%; and coffee/mocha, 3%. Other flavours combine for 5.5%. Sales in ice cream parlors are more variable, as new flavours come and go, but about three times as many people call vanilla their favorite than chocolate, the runner-up.
Source: www.wikipedia.com
See also: cake, Tamani
02 Agustus 2010
There Is Cafe on the Perfect Spot
A café or coffee shop is an informal restaurant with full-service tables and counters and broad menu offerings over extended periods of the day. In hotels, the coffee shop is a more popular-priced alternative to the formal dining room. Coffee shops often encourage families and provide special menus for children. To establish a family-friendly atmosphere, in many localities they do not serve wine and beer.
Notes
The most common English spelling, café, is the French spelling, and was adopted by English-speaking countries in the late 19th century. As English generally makes little use of diacritical marks, anglicisation includes a tendency to omit them, especially in less pretentious contexts. Thus the spelling cafe has thus become very common in English-language usage throughout the world, especially for the less pretentious, ie "greasy spoon" variety (although orthographic proscriptivists often disapprove of it). The Italian spelling, caffè, is also sometimes used in English. In southern England, especially around London in the 1950s, the French pronunciation was often facetiously altered to /ˈkæf/ and spelt caff.
The English words coffee and café both descend from the continental European translingual word root /kafe/, which appears in many European languages with various naturalized spellings, including Italian (caffè); Portuguese and Spanish (café); French (café); German (Kaffee); Polish (kawa); Ukrainian (кава, 'kava'); and others. European awareness of coffee (the plant, its seeds, the beverage made from the seeds, and the shops that sell the beverage) came through Europeans' contact with Turkey, and the Europeans borrowed both the beverage and the word root from the Turks, who got them from the Arabs. The Arabic name qahwa (قهوة) was transformed into kaweh (strength, vigor) in the Ottoman Empire, and it spread from there to Europe, probably first through the Mediterranean languages (Italian, Spanish, French, Catalan, etc.) and thence to German, English, and others, though there is another well-based theory that it first spread to Europe through Poland and Ukraine, through their contacts with the Ottoman Empire.
Source: www.wikipedia.com
15 Juli 2010
Cake from Japan
Castella (カステラ, Kasutera?) is a popular Japanese sponge cake made of sugar, flour, eggs, and starch syrup, very common at festivals and as a street food.
Now a specialty of Nagasaki, the cake was brought by way of Portuguese merchants in the 16th century. The name is derived from Portuguese Pão de Castela, meaning "bread from Castile". Castella cake is usually sold in long boxes, with the cake inside being approximately 27cm long. It is somewhat similar to Madeira cake, also associated with Portugal, but its closest relative is pão-de-ló, also a Portuguese cake.
Note that there are similar types of sponge cakes named after the same fashion, in French: Pain d'Espagne, in Italian: Pan di Spagna, in Portuguese: Pão de Espanha, in Greek: Pantespani (Castile is a former kingdom of Spain comprising its central provinces, thus Pain d'Espagne and other variants are quasi-synonymous to "bread from Castile").
History
A peach castella
Pão-de-ló: kasutera's Portuguese ancestor
Detailed view of a Nagasaki-bought Castella cake
In the 16th century, the Portuguese reached Japan, and soon started trade and missionary work. Nagasaki was then the only Japanese port open for foreign commerce. The Portuguese introduced many then-unusual things, such as guns, tobacco, and pumpkins—and castella. It was able to be preserved for a long period of time, and so was useful for the sailors who were out on the sea for months. In the Edo Period, in part due to the cost of sugar, it was an expensive dessert. When the Emperor of Japan's envoy was invited, the Tokugawa Shogunate presented the Castella.[1] Over the years, the taste changed to suit Japanese palates.
Varieties
Castella is made of natural ingredients, so its simple taste is a favorite of many Japanese people. There are now many varieties made with ingredients such as powdered green tea, brown sugar, and honey. They may be molded in various shapes; a popular Japanese festival food is baby castella, a bite-sized version.
Source: www.wikipedia.com
|
|
13 Juli 2010
Bizzare Foods
Bizarre Foods with Andrew Zimmern is a documentary-styled travel and cuisine program hosted by Andrew Zimmern on the Travel Channel. The first season debuted on Monday, February 26, 2007 at 9pm ET/PT. Season 5 began on Monday, April 26, at 10 E/P.
Bizarre Foods focuses on regional cuisine from around the world which is typically perceived by Americans as being gross, unique, or, of course, bizarre. In each episode, Zimmern focuses on the cuisine of a particular country or region. He typically shows how the food is procured, where it is served, and, usually without hesitation, eats it.
Originally a one-hour documentary titled Bizarre Foods of Asia, repeated showings on the Travel Channel drew consistent, considerable audiences. In late 2006, it was decided to turn the documentary into a weekly, one-hour show with the same premise and with Andrew Zimmern as the host. In 2009, Zimmern took a break from Bizzare Foods to work on a season of the spin-off Bizarre World which will not be airing anymore.
Zimmern ends every episode with his line "If it looks good, eat it."
Source: www.wikipedia.com
18 Juni 2010
Pasta
Dalam bahasa Inggris, pasta adalah sebutan untuk berbagai jenis masakan dengan bahan utama salah satu jenis pasta yang diberi bumbu dan saus. Pasta berasal dari bahasa Italia "pasta alimentare" yang berarti adonan bahan makanan. Dalam arti luas, "pasta" bisa berarti semua adonan seperti adonan roti, pastry, atau cake. Dalam bahasa Italia, pasta yang berarti bahan makanan seperti mi disebut pastasciutta.
Pasta dibuat dari tepung terigu semolina yang merupakan hasil gilingan biji gandum durum dicampur telur sehingga sedikit berwarna kuning cerah, dan bila dimasak dengan benar akan menghasilkan tekstur sedikit kenyal. Pasta buatan Amerika sering dibuat dari campuran tepung terigu Farina dan Semolina, sehingga mempunyai tekstur yang lebih lembut untuk dijadikan hidangan seperti kaserol.
Di luar negara asalnya di Italia, pasta biasanya dijual di dalam kemasan dalam bentuk kering. Pasta kering dibuat di pabrik dengan menggunakan mesin ekstrusi yang mendorong keluar adonan pasta melalui lubang-lubang saringan. Bentuk-bentuk pasta yang lain diperoleh dengan menggiling adonan pasta menjadi lembaran yang kemudian dipotong-potong atau dicetak.
Pasta segar buatan rumah tangga dan restoran dibentuk dengan tangan beberapa saat sebelum pasta direbus. Pasta segar memerlukan waktu masak yang singkat, namun pasta segar tidak tahan lama disimpan karena memiliki kadar air yang tinggi. Pasta kering bisa tahan lama disimpan hingga 3 tahun atau lebih karena hanya memiliki kandungan air sebanyak 10%. Pasta yang sudah dimasak dan tinggal dipanaskan dengan oven microwave juga sering dijumpai di bagian makanan beku pasar swalayan.
sumber: wikipedia
lihat juga: nasi goreng, ice cream, ramen
17 Juni 2010
Sukiyaki
Sayur-sayuran untuk Sukiyaki misalnya bawang bombay, daun bawang, sawi putih, shungiku (nama daun dari pohon keluarga seruni), jamur shiitake, dan jamur enoki. Sebagai pelengkap ditambahkan ito konnyaku atau shirataki yang berbentuk seperti soun berwarna bening atau sedikit abu-abu.
Sukiyaki memiliki dua versi, Sukiyaki versi daerah Kansai dan Sukiyaki versi daerah Kanto yang berbeda cara penyajian, jenis bumbu dan rasa.
Menurut Sukiyaki versi Kansai, Sukiyaki hanya dimasak dengan bumbu kecap asin dan gula pasir, sedangkan Sukiyaki versi Kanto dimasak menggunakan saus Warishita yang merupakan campuran dashi, kecap asin, gula pasir, dan mirin yang dimasak terlebih dulu.
Menurut cara Kansai, potongan lemak sapi dicairkan di dalam panci sebelum memasukkan irisan daging sapi. Bumbu berupa gula pasir dan kecap asin dituangkan sekaligus dalam jumlah banyak di atas daging yang sudah matang lalu diaduk-aduk dengan sayur-sayuran hingga matang. Menurut cara Kanto, bumbu warishita dididihkan dulu di dalam panci sebelum semua bahan dimasukkan.
sumber: wikipedia
lihat juga: restaurant, restoran, cafe
16 Juni 2010
Macam-macam SOTO
Karena ada beberapa jenis soto di Indonesia, masing-masing mempunyai cara penyajian yang berbeda-beda. Soto bisa dihidangkan dengan berbagai macam lauk, misalnya kerupuk, perkedel, emping melinjo, sambal, saus kacang, dan lain-lain. Dan juga pula dengan tambahan lainnya seperti sate telur pindang, sate kerang, jeruk limau, koya (campuran tumpukan kerupuk dengan bawang putih) dll. Seperti kita ketahui bahwa makanan pokok orang Indonesia adalah nasi, sehingga soto biasanya dihidangkan dengan nasi sebagai menu utama. Namun, ada perbedaan dalam hal menu utama nasi tersebut. Kebanyakan soto dihidangkan secara terpisah dengan nasi, seperti Soto Betawi, Soto Padang, dan lain-lain. Namun, ada juga yang dihidangkan bersama dengan nasi atau soto campur nasi, misalnya Soto Kudus. Selain itu, ada juga soto yang dihidangkan dengan lontong atau nasi yang sudah dimasak dengan dibungkus daun pisang, misalnya Coto Makassar. Kemudian, ada juga yang memakai mie, dan bukan nasi sebagai menu pokoknya, misalnya Soto Mie Bogor
lihat juga: ramen, sate, sushi, seafood
15 Juni 2010
Nonton Bareng Piala Dunia 2010
Nobar atau nonton bareng lebih seru dibanding nonton sendirian di rumah dimana kita bisa teriak-teriak mendukung kesebelasan jagoan kita berharap cemas ketika bola mulai mendekati gawang lawan bahkan ada yang tutup mata saat bola menyambangi gawang team kesayangannya.
Tak usah bingung mau nobar dimana sekarang sudah banyak tempat-tempat asik buat nobar karena banyak restaurant, restoran, cafe, menyediakan acara nonton bareng piala dunia. Dimana kita bisa juga sambil menyantap makanan dan minuman kesukaan sambil membela team kesayangan.
Karena seperti sepak bola makanan dan minuman juga masing-masing punya selera, ada yang suka japanese food, seperti sushi, ramen. ada pula yang suka chinese food seperti dim sum. Ada pula yang yang suka makanan khas western seperti pizza, pasta, steak, ice cream, cake, wine. Ada pula yang suka seafood dan tak ketinggalan makanan khas dari Indonesia seperti Nasi goreng, soto, sate, dll.
Jadi meriahkan pesta piala dunia dengan nonton bareng sambil menikmati makanan kesukaanmu itu lebih mengasikkan . Apalagi kalau pengalaman itu bisa di abadikan dan di ceritakan kembali di openrice kali aja dapet voucher makan gratis lumayan kan :)